Hallo semuanya, kini kami menambahkan satu fitur baru dalam blog kami yakni "Formulir Kontak" (Ada di samping kiri agak ke bawah, tepat dibawah logo kami). Jika kalian ingin bertanya secara langsung untuk berdiskusi, fitur tersebut dapat kalian gunakan lho. Oh ya guys, karena sifatnya adalah diskusi maka kita akan mencoba untuk terus memberikan hal yang terbaik. Semoga terbantu ya guys, Enjoy it 😎.
Kamis, 11 Januari 2018
Kamis, 04 Januari 2018
Free Electron Model untuk Logam
Guys, kali ini kita akan membahas tentang bagaimana sifat - sifat logam secara fisika. Tentunya pada pembahasan ini, kita mulai dengan landasan teori kuantum ya guys ^_^, jangan capek dengan fisika kuantum karena fisika kuantum sebenarnya fun dan bermanfaat untuk teknologi. Let's check it out 😎.
Logam sebagaimana yang kita ketahui memiliki sifat konduktivitas yang sangat baik untuk listrik dan kalor. Namun mengapa ya itu bisa terjadi? sebelum itu mari kita bahas dahulu secara umum. Logam adalah susunan dari atom-atom yang termasuk dalam golongan zat padat (solid state) yang mana memiliki elektron-elektron terluar (valensi) yang cukup lemah sehingga bisa dipandang sebagai free-electron. Sehingga apabila ada sebuah picuan (trigger) dari luar berupa tegangan listrik maka elektron tersebut mudah mobile sehingga listrik dapat dihantarkan dengan baik. Namun perlulah kita memahami bagaimana pandangan teori kuantum mengenai fenomena ini.
| Elektron terluar dari atom atom dalam logam [dilansir dari : http://www.bbc.co.uk] |
Menurut teori kuantum, semua permasalahan (sifat sistem) dapat ditentukan dari pemecahan solusi persamaan schrodinger yang termaktub pada fungsi gelombang sistem.
Jika elektron diasumsikan bebas karena lemah terikat, maka V = 0, sehingga akan diperoleh solusi fungsi gelombang umum untuk free particle dan memiliki energi sebagai berikut :
| Fermi k-sphere : Dilansir dari : qph.ec.quoracdn.net |
Karena keadaan k yang dimiliki oleh elektron dalam logam sangat banyak, maka timbul konsep density of states (DOS) (Rapat Keadaan) yang dituliskan dalam bentuk di bawah ini dan dapat diperoleh dari konsep fermi-k sphere di atas serta memberikan konsep spin (dengan faktor 2s+1) :
Elektron adalah fermion dengan spin 1/2 sehingga diperoleh :
Untuk menentukan jumlah elektron pada tiap keadaan tentunya harus mengingat bahwa elektron tunduk pada distribusi Fermi-Dirac dan sehingga :
Kemudian setelah itu, untuk T = 0, distribusi fermi-dirac akan mendekati 1, sehingga akan diperoleh untuk T = 0 maka : n = No dengan No adalah jumlah elektron dalam keadaan awal pada suhu 0 K akan dibatasi oleh suatu rentang energi yang disebut sebagai energi fermi :
Ketika pada suhu 0 K, elektron dalam logam berada dalam keadaan penuh, tetapi jika diberikan energi dari luar (tegangan ataupun termal) maka elektron tersebut akan tereksitasi dari keadaan awalnya melewati energi fermi seperti ilustrasi berikut ini :
| Fungsi distribusi elektron logam (dilansir dari : www.wikipedia.org) |
Pada kasus contoh di atas, energi fermi berada pada E = miu, jika energi yang diberikan dari luar lebih besar dari miu, maka elektron dari energi fermi akan tereksitasi, sehingga elektron di dalam energi fermi akan berkurang (ditandai oleh lengsernya kurva) dan memenuhi atau mengisi bagian diluar energi fermi. Keadaan di mana elektron mengisi energi di atas energi fermi disebut sebagai keadaan eksitasi dan bagian yang tersisa dari dalam energi fermi disebut sebagai hole. (Catatan : Miu = Potensial Kimia = Energi yang ditambahkan per partikel).
Energi elektron di atas energi fermi dapat dihitung dengan menggunakan persamaan :
Dari teori ini kita bisa memahami bagaimana elektron dalam logam bisa terkonduksi jika diberikan tegangan atau termal serta bagaimana energinya dalam keadaan ketika terkonduksi.
Surabaya, 13 Januari 2017
Deriyan Senjaya, S.Si.
Minggu, 24 Desember 2017
Apa itu Termodinamika ^_^
Hello guys, Maaf sebelumnya telah lama tidak memposting kembali mengenai share tentang fisika di blog ini karena akhir akhir ini masih banyak sesuatu yang harus dikerjakan ^_^. Well, tetapi meskipun begitu, kami tetap mencoba untuk tetap berbagi 😊😊. Kali ini kita akan berbicara mengenai termodinamika. Namun, sebelumnya akan dibahas terlebih dahulu apa sih termodinamika? Penasaran? Check it out guys 😎.
Makhluk apakah termodinamika itu???
Berdasarkan susunan kata, termodinamika disusun atas dua kata yakni Termo dan Dinamika. Sering kali orang mengatakan bahwa termodinamika itu adalah dinamika panas. Namun apakah sesederhana itu? tentunya ini kurang lengkap. Agar kita dapat melengkapi pemahaman kita tentang apa itu termodinamika, perhatikan skema di bawah ini
Berdasarkan skema di atas, diketahui bahwa Termo adalah objek yang merupakan bagian dari gelombang dan dinamika merupakan keadaan yakni harus ada terjadinya perubahan momentum linear dari sistem. Di sini, gelombang tersebut muncul karena adanya radiasi gelombang EM yang berupa gelombang EM dalam ranah infra merah (IR) dapat membuat molekul molekul dalam material bervibrasi dan menghasilkan apa yang kita sebut sebagai Panas dan panas tersebut merupakan aliran energi. Menggunakan konsep ini, kita dapat lebih memahami apakah termodinamika itu? Termodinamika adalah DINAMIKA PANAS YANG MASUK DALAM DAERAH INFRA-RED. Semoga ini dapat membantu kita semua untuk memahami termodinamika secara mendasar.
Surabaya, 24 Desember 2017
Deriyan Senjaya, S.Si.
Rabu, 28 Juni 2017
Quantum Computing & Quantum Bits : Part 1 ^_^
Hey guys ketemu lagi dengan kami. Kali ini kami akan membahas tentang Quantum Computing dan Quantum Bits : Part 1. Mengapa Quantum Computing dan Quantum Bits? Ok, alasan kami menulis tentang Quantum Computing dan Quantum Bits didasari akan kemajuan teknologi komputasi yang ada saat ini dan perlunya untuk memahami dasar dari kerja Quantum Computing dan Quantum Bits dari prinsip Fisika untuk memperluas wawasan kita dan mengapa part 1? karena mungkin saja ada part berikutnya nanti, yang lebih detail membahas dua makhluk yang merajai komputasi saat ini. Untuk mengetahui lebih jelasnya, Let's Check it out.
Apa sih Quantum Computing itu? dan apa sih yang membedakannya dengan Classical Computer yang kita gunakan saat ini?. Sebelum mengenal mereka, mari kita perjelas dahulu definisi secara kata akan apa yang dimaksud dengan Computing. Computing adalah kata kerja dalam bahasa inggris yang memiliki dasar kata compute yang artinya "hitung" dan menurut aturan tata bahasa inggris, Compute (V1) + ing = Computing akan memiliki makna "menghitung", Lalu jika didasarkan pada kata Quantum Computing, apakah itu disebut sebagai Menghitung Quantum? (Menyelesaikan Soal Kuantum?) ^_^, tentu saja tidak demikian pengertiannya.
Quantum Computing : Suatu kegiatan komputasi (proses perhitungan) akan suatu keperluan tertentu yang didasarkan oleh Prinsip - Prinsip Mekanika Kuantum. Berdasarkan definisi ini, maka kita akan bertanya Prinsip Mekanika Kuantum???, bagian mekanika kuantum manakah yang dipakai? Hal ini didasarkan pada keadaan superposisi (superposition state). Keadaan superposisi inilah yang nanti menjadi informasi penting dalam komputasi kuantum. Pertanyaan berikutnya, apakah Quantum Bits??.
Quantum Bits : Basic Komunikasi penting yang digunakan untuk kegiatan komputasi kuantum dan dapat menyusun Keadaan Superposisi tersebut. Pertanyaan berikutnya, apa bedanya sih dengan Bit pada computer classic? yes i will show you ^_^.
Quantum Bits : Basic Komunikasi penting yang digunakan untuk kegiatan komputasi kuantum dan dapat menyusun Keadaan Superposisi tersebut. Pertanyaan berikutnya, apa bedanya sih dengan Bit pada computer classic? yes i will show you ^_^.
Bit dalam komputer klasik berbasis dua buah bilangan yakni (0) dan (1) yang bisa mengandung makna 0 = tidak atau 1 = ya, namun lain dalam Quantum Bits yang merupakan komunikasi dasar layaknya bit dalam komputer klasik yang dibangun dari basis vektor dalam ruang hilbert serta dapat membentuk keadaan superposisi antara ya dan tidak.
Agar lebih mudah memahaminya, keadaan superposisi yang dibangun oleh qubits dapat direpresentasikan dalam Bloch Sphere (Bola Bloch) berikut ini:
dari representasi di atas dapat diperoleh banyak sekali susunan qubit ketika qubit qubit bersuperposisi dan bayangkan apabila qubits yang bersuperposisi ini membentuk keadaan superposisi. Hal ini menjadi luar biasa dalam proses komputasinya, tentunya ini akan mempercepat dan menghemat banyak waktu dalam melakukan komputasi dibandingkan komputasi biasanya.
Surabaya, 28 Juni 2017
Deriyan Senjaya, S.Si.
Jumat, 16 Juni 2017
Apa itu Kucing Schrodinger???
Hey guys sekarang kita akan kembali mengingat salah satu gedanken experiment (though experiment) yang selalu muncul dalam mekanika kuantum yakni Kucing Schrodinger. Apa sih itu Kucing Schrodinger?? Emang Schrodinger Punya Kucing???, Hmm saya belum pernah lho tanya ke schrodinger wkwkwk, tapi bukan itu maksudnya. Untuk mengerti apa itu kucing schrodinger mari kita simak dahulu peta konsep di bawah ini:
Nah ini guys penjelasannya: Kucing Schrodinger adalah eksperimen pikiran yang telah dilakukan schrodinger agar kita bisa mengerti esensi mekanika kuantum. Schrodinger berpikir bahwa ketika kita memasukkan seekor kucing di dalam sebuah kardus yang dilengkapi dengan timer yang digunakan untuk mengaktifkan racun dan menutup kotak tersebut, maka kita tidak akan mengetahui apakah kucing tersebut akan berada dalam keadaan hidup ataukah mati. Dari eksperimen pikiran ini, didapatkan bahwa peluang untuk memperoleh kejadian hidup dan mati dari kucing tersebut adalah 50% dan kita tidak akan mengetahui pasti apabila kita tidak membukanya.
Esensi Mekanika kuantum yang didapatkan adalah: Suatu sistem kuantum selalu berada dalam keadaan superposisi (Superposition State), di mana sebuah keadaan sistem tersusun atas beberapa keadaan layaknya keadaan kucing tersebut. Namun ketika kita mengukur sistem kuantum tersebut untuk mengetahui apa yang terjadi, maka keadaan tersebut akan lengser menjadi keadaan yang akan diukur (pengukuran analog dengan membuka kotak). Dari pernyataan ini, didapatkan kesimpulan bahwa keadaan sistem menurut mekanika kuantum adalah sesuatu yang probabilistik dan tersusun atas beberapa macam keadaan, dan pengukuran dalam mekanika kuantum menyebabkan keadaan sistem tersebut lengser. Semoga dengan ini, kita semakin paham dengan apa filosofi awal mekanika kuantum. Thank you to Schrodinger, because he though like this, so we can understand what is the essence of Quantum Mechanics properly. ^_^
Surabaya, 17 Juni 2017
Deriyan Senjaya, S.Si.
Rabu, 14 Juni 2017
Kegiatan Kami 1 ☺
Grup kami adalah group aktif yang sering melakukan diskusi tentang project, pembelajaran dan tema tema yang berkaitan dengan fisika teori dan kimia teori. Berikut inilah contoh kegiatan kami and let's check it out guys ^_^
Nah ini studi kami tentang Persamaan Klein-Gordon dan Pembuktiannya serta menjelaskan Prinsip QFT dan kemudian pengenalan Vektor Kontravarian dan Kovarian serta Operator D'Alembertian #Perpustakaanpusaat ITB
![]() |
| Diskusi Persamaan Klein Gordon (QFT) dan Prinsip QFT 1 |
![]() |
| Diskusi Persamaan Klein Gordon dan Prinsip QFT 2 |
![]() |
| Diskusi Persamaan Dirac (QFT) dan Prinsip QFT |
Surabaya, 15 Juni 2017
Jumat, 02 Juni 2017
Teori Gangguan Bergantung Waktu ^_^
Hey guys sudah lama nih gak update tentang fisika teori di blog ini ^_^ dan kali ini akan dibahas mengenai Teori gangguan bergantung waktu dan cara penurunanya. Lets check it out.
Pada pembelajaran mekanika kuantum telah diperkenalkan teori gangguan. Teori gangguan adalah teori yang dapat digunakan untuk mengaproksimasi dan juga mengetahui perilaku suatu sistem kuantum ketika diberikan perlakuan dan biasanya dilakukan ketika sistem tersebut memiliki sedikit potensial yang agak rumit namun mirip dengan sistem sederhana yang telah dapat dilakukan secara eksak. Teori gangguan dibedakan menjadi dua yakni teori gangguan tidak bergantung waktu dan teori gangguan bergantung waktu. Kedua hal ini terletak pada gangguan yang diberikan pada sistem kuantum. Apabila gangguannya konstan (tidak bervariasi terhadap waktu) maka teori yang digunakan adalah tak bergantung waktu dan sebaliknya.
Dasar dari perumusan teori gangguan bergantung waktu adalah melakukan ansatz linear combination (superposition state) seperti yang dituliskan dalam persamaan berikut:
Pada pembelajaran mekanika kuantum telah diperkenalkan teori gangguan. Teori gangguan adalah teori yang dapat digunakan untuk mengaproksimasi dan juga mengetahui perilaku suatu sistem kuantum ketika diberikan perlakuan dan biasanya dilakukan ketika sistem tersebut memiliki sedikit potensial yang agak rumit namun mirip dengan sistem sederhana yang telah dapat dilakukan secara eksak. Teori gangguan dibedakan menjadi dua yakni teori gangguan tidak bergantung waktu dan teori gangguan bergantung waktu. Kedua hal ini terletak pada gangguan yang diberikan pada sistem kuantum. Apabila gangguannya konstan (tidak bervariasi terhadap waktu) maka teori yang digunakan adalah tak bergantung waktu dan sebaliknya.
Dasar dari perumusan teori gangguan bergantung waktu adalah melakukan ansatz linear combination (superposition state) seperti yang dituliskan dalam persamaan berikut:
Misalkan sistem pada awalnya (keadaan tanpa
gangguan) memiliki Hamiltonian Ho
dan pengganggunya memiliki Hamiltonian H1,
maka Hamiltonian sistem setelah terganggu dapat dinyatakan dalam persamaan berikut ini:
Karakteristik suatu sistem kuantum dapat
ditentukan jika dan hanya jika persamaan schrodinger dapat dipecahkan. Masukkan
persamaan ansatz dan hamiltonian terganggu pada persamaan schrodinger bergantung waktu dan akan
didapatkan bentuk persamaan berikut:
Lalu kemudian
dengan melakukan pengerjaan langsung (distributif), maka akan didapatkan
persamaan seperti dibawah ini:
Dengan melakukan
penurunan terhadap waktu bagian suku kanan persamaan di atas, maka persamaan di atas dapat dijabarkan menjadi persamaan berikut ini:
Suku pertama kiri
akan sama dengan suku kedua kanan karena
hal ini tidaklain adalah persamaan schrodinger bergantung waktu pada saat
sistem berada dalam keadaan tidak terganggu, sehingga suku ini akan saling
menghilangkan. Persamaan tersebut dapat direduksi menjadi persamaan di bawah ini:
dengan
melakukan ekspansi pada suku persamaan di atas akan didapatkan persamaan berikut ini:
Untuk
kasus ini, ambil co = 1, sehingga akan didapatkan persamaan dii bawah ini untuk penggalan pertama dari suku jabaran tersebut:
Perhatikan
hal berikut ini, Psi (0) berkorespondensi dengan sifat partikel kuantum
pada keadaan 0 dan Psi(1) berkorespondensi dengan sifat partikel kuantum
yang masih dalam sistem yang sama namun berada pada keadaan 1, secara
visualisasi dapat ditentukan dalam bentuk gambaran berikut:
![]() |
| Ilustrasi State Kuantum (Two State System) |
dengan melakukan operasi produk skalar dengan Psi(1) akan
didapatkan persamaan di bawah ini:
Semua keadaan
kuantum harus menganut prinsip orthonormalitas,
sehingga dengan itu, persamaan di atas dapat dituliskan kembali dalam persamaan
di bawah ini:
Berdasarkan
persamaan di atas, akan didapatkan nilai c1
sebagai fungsi waktu yakni:
Hamiltonian
penganggu juga dapat merupakan fungsi dari posisi dan waktu yakni H1 (r,t)
yang mana dapat digambarkan dalam : H1 = phi(t) H1(r). Menerapkan bentuk tersebut ke persamaan di atas akan mengakibatkan persamaan tersebut dapat diubah menjadi bentuk persamaan di bawah ini:
Fungsi gelombang sebagai solusi dari persamaan
schrodinger bergantung waktu tidak lain merupakan evolusi waktu dari fungsi
gelombang dari persamaan schrodinger tak bergantung waktu, sehingga akan
didapatkan bahwa:
Karena integrasi dilakukan terhadap waktu, maka
suku yang hanya bergantung pada posisi dapat dikeluarkan dari integral,
sehingga akan didapatkan persamaan di bawah ini:
Bagian (e1-eo/hbar) dikenal
sebagai Rabii Frequency dan dinotasikan sebagai
sehingga
persamaan di atas dapat dituliskan kembali dalam bentuk suku Rabii Frequency pada
persamaan di bawah ini:
Persamaan di atas ini dapat digunakan untuk menentukan berbagai hal yakni probabilitas transisi
sistem akibat gangguan dari state 0 ke state 1, lalu kecepatan probabilitas
transisi W dan Fermi-Golden Rule.
Probabilitas Transisi : Probabilitas
transisi adalah kemungkinan terjadinya transisi dari state 0 ke 1 akibat
gangguan yang diberikan. Notasi probabilitas transisi sering digunakan P0-1 dan didefinisikan sebagai berikut dalam
persamaan di bawah ini:
Kecepatan Probabilitas Transisi W: Kecepatan
probabilitas transisi menyatakan perubahan probabilitas transisi yang terjadi
tiap perubahan waktu. Notasinya adalah W01 yang mana dituliskan dalam
dan didefinisikan sebagai berikut dalam
persamaan di bawah ini:
Nah itu guys pemaparan tentang teori gangguan bergantung waktu, semoga ini dapat kembali mereview apa yang telah dipelajari dalam mekanika kuantum semasa S1 atau S2 maupun S3 di universitas apapun dengan Jurusan Fisika. Thank you guys dan sampai jumpa di next post ☺
Surabaya, 15 Juni 2017
Deriyan Senjaya, S.Si.
Langganan:
Postingan (Atom)

































